Recent News

Seorang Siswi Kelas 7 Hampir Menjadi Korban Penculikan

Table of Content

 

Seorang Siswi Kelas 7 Hampir Menjadi Korban Penculikan, Orang Tua Diimbau Lebih Tanggap Saat Penjemputan

Banjarbaru, 6 Agustus 2025 – Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi pada hari ini di sekitar kawasan sekolah, yang hampir saja menimpa seorang siswi kelas 7. Kejadian tersebut kini menjadi perhatian serius pihak sekolah dan mengundang keprihatinan banyak pihak, terutama dalam hal keamanan peserta didik usai jam pelajaran berakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang siswi kelas 7 yang orang tuanya terlambat menjemput, memutuskan untuk berjalan kaki pulang seorang diri. Siswi tersebut sempat melintasi area di sekitar Toko Al Huda, yang tidak begitu jauh dari lingkungan sekolah. Di saat itulah, sebuah mobil jenis Avanza mendekatinya secara mencurigakan.

Menurut kesaksian, salah satu orang dalam mobil tersebut berupaya menarik paksa siswi tersebut ke dalam kendaraan. Beruntung, siswi tersebut dengan cepat berlari kembali ke arah sekolah. Saat itu, beberapa guru masih berada di lingkungan sekolah sehingga siswi tersebut dapat segera ditolong dan diamankan.

Pihak sekolah menyatakan bahwa secara fisik, siswi tersebut dalam keadaan selamat. Namun demikian, secara psikologis, ia kemungkinan mengalami trauma akibat peristiwa yang sangat mengejutkan itu. Saat ini, pihak sekolah telah melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan orang tua yang bersangkutan untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi anak.

Kepala Sekolah, dalam keterangan resminya, mengimbau kepada seluruh orang tua siswa agar lebih memperhatikan waktu penjemputan anak-anak, khususnya bagi siswa yang masih duduk di bangku kelas 7 atau kelas bawah lainnya yang relatif masih rentan dan belum mampu mengambil keputusan yang aman secara matang saat menghadapi situasi darurat.

“Kami mohon kepada seluruh orang tua siswa untuk tidak terlambat saat menjemput anak, karena anak-anak bisa saja mengambil keputusan yang berisiko seperti berjalan kaki sendirian. Kami semua tentu tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” ujar Kepala Sekolah.

Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan berharap masyarakat di sekitar sekolah dapat lebih waspada terhadap keberadaan orang-orang asing atau kendaraan mencurigakan yang berkeliaran di area dekat sekolah. Pihak kepolisian pun diharapkan dapat meningkatkan patroli, terutama saat jam pulang sekolah.

Sebagai langkah preventif, sekolah sedang merancang sistem pengawasan tambahan serta memperkuat protokol keamanan, termasuk mewajibkan anak-anak yang belum dijemput untuk tetap berada di dalam lingkungan sekolah hingga dijemput langsung oleh orang tua atau wali yang telah terdaftar.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa keamanan anak-anak adalah tanggung jawab bersama – bukan hanya pihak sekolah, tetapi juga orang tua dan masyarakat sekitar.

 

Tags :

rahmad.pancake@gmail.com

http://porto.banuawebsite.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Recent News

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

© 2025 newsus. All Rights Reserved by BlazeThemes.